aplikasi symbian

Wednesday, 13 April 2011

tomat

tomat


a.Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman tomat, yaitu :



1. Penyiraman Penyiraman dilakukan bila selama pertumbuhan tanaman jatuh pada musim kemarau yang berkepanjangan (sesuai dengan kebutuhan). Hal ini dilakukan secara hati-hati agar tanaman tidak rusak dan diusahakan penyiraman tanaman pada pagi dan sore hari.



2. Pemupukan Pupuk yang diperlukan untuk tanaman tomat adalah :

1. Pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton per hektar atau 0,5-1 kg per tanaman, yang diberikan seminggu sebelum tanam.
2. Untuk pupuk TSP dengan dosis 2,5 - 3 kwintal per hektar atau 10-15 gram per tanaman, yang diberikan seminggu sebelum tanam.
3. Pupuk Urea diberikan bersamaan saat tanam dengan dosis 1 kwintal per hektar atau 4-5 gram per tanaman. Sedangkan pemupukan Urea untuk susulan dilakukan 4 minggu setelah pemupukan pertama dengan dosis sama seperti pemupukan pertama.
4. Cara pemberian pupuk baik pupuk dasar maupun susulan, yaitu diletakkan melingkar di sekeliling tanaman dengan jarak 10-15 cm, kenudian ditutup dengan tanah.
5. Pemupukan dilakukan pada saat awal atau akhir musim hujan dan juga disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah setempat.

3. Penyulaman Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, dan diusahakan agar bibit tanaman pengganti harus subur pertumbuhannya serta masih seumur dengan tanaman yang diganti.




4. Penyiangan dan Pembubunan Penyiangan dan pembubunan dilakukan secara bersamaan setelah tanaman berumur kira-kira 1 bulan, yaitu dengan cara membabat atau mencabut rerumputan, kemudian tanah di sekitar tanaman dibumbun pada tanaman.



5. Pemberian Mulsa Pemberian mulsa utuk menjaga agar tanah tetap gembur, mengurangi penguapan, dan menekan pertumbuhan rerumputan. Mulsa yang digunakan yaitu sisa-sisa tanaman atau rumpur-rumput kering. Caranya yaitu mulsa diletakkan di permukaan tanah di antara tanaman.



6. Pengajiran Pengajiran untuk menghindari agar tanaman tomat tidak rebah dan memudahkan pemeliharaan. Ajir dipasang pada saat tanaman berumur 1 bulan atau tanaman mencapai tinggi kira-kira 40 cm. Ajir dapat digunakan seperti banbu atau tali.



7. Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan agar dapat diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara memangkas bagian pucuk atau cabang ketiga pada batang pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemangkasan tunas muda dan pemangkasan batang.

http://bapeluh.blogspot.com/2009/09/teknik-pemeliharaan-tomat.html





Puring (Codiaeum variegatum) atau croton, sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Meski keberadaannya sempat diremehkan, tapi dengan banyaknya varietas baru yang bermunculan, sekarang puring menjadi tanaman hias eksotik yang paling diburu.

Keindahan warna-warni daun puring yang sangat menarik adalah salah satu daya pikat puring. Daun puring ini tidak hanya mengeluarkan warna hijau dan kuning. Melainkan pula, pink dan merah.

Namun, alangkah sayangnya jika keindahan warna daun itu harus pudar karena tidak dirawat dengan baik dan benar. Untuk itu, agar daun puring terlihat tetap menawan, ada baiknya daun selalu dikilapkan secara rutin setiap minggu.

Di pasaran, sebenarnya sudah banyak tersedia pengilap daun (leaf shine) yang penggunaannya tinggal disemprotkan. Namun, untuk menghemat biaya, ada cara yang lebih ekonomis. Yakni dengan menggunakan santan atau susu. Keuntungan lainnya, daun puring akan mendapatkan tambahan unsur gizi dari santan atau susu yang digunakan, sehingga pertumbuhan daun akan menjadi lebar dan semakin sempurna bentuknya.

Mengilapkan daun dengan menggunakan santan atau susu ini pun tidak sulit untuk dilakukan. Caranya mudah saja. Ikuti petunjuknya di bawah ini:

* Bersihkan debu-debu yang menempel pada daun. Selain mengotori daun, debu juga menyebabkan pori-pori daun tertutup sehingga proses penguapan dan fotosintesis akan terganggu. Pembersihan debu pada daun puring dilakukan dengan cara mengelapnya menggunakan kain lembut yang agak lembap. Beberapa jenis puring memiliki daun yang banyak lekukan, sehingga dibutuhkan ketelatenan untuk mengelap bagian sudut yang tertutup.
* Setelah dilap bersih, satu per satu daun puring diolesi dengan santan yang sudah dibekukan dalam freezer atau susu murni tanpa gula, lalu dilap kembali dengan lap yang halus dan lembut.

Bahan lain yang dapat digunakan untuk mengilapkan daun puring adalah baby oil atau minuman bersoda seperti soft drink. Caranya pun tidak jauh berbeda dengan menggunakan santan atau susu. Tak hanya itu, sebagian hobiis juga menggunakan krim pelembap untuk mengilapkan daun puring. Namun, cara ini tidak ekonomis karena harga pelembap jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga santan atau susu.

Cara ekonomis mengilapkan daun puring ini diungkapkan Lastini Chandra & Maloedyn Sitanggang dalam buku Pesona Puring; Mengenal Ragam & Corak Daun Puring nan Cantik yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka

No comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls